Janggel jagung sebagai pakan alternatif

Janggel Jagung

images (1)

                Didaerah bahan ini adalah sampah yang biasanya dibuang dan dibakar, biasa di sebut limbah pertanian, namun dibalik itu menpunyai potensi bagus untuk diolah menjadi pakan ayam kampung kita, namun tentu saja dengan diolah terlebih dahulu sebelum di gunakan sebagai campuran pakan jadi (siap saji).

Cara pengolahan tidak jauh berbeda dengan cara pengolahan lain dan bisa juga di tambahkan bahan lain,  proses pengolahan ini yaitu dengan di fermentasi, proses ini selain meningkatkan kandungan namun juga lebih memudahkan dalam tercenanya jenis pakan ini oleh ayam kampung kita, adapun caranya sebagai berikut :

  1. Janggel jagung
  2. Em4 peternakan
  3. Ragi tape/tempe (bisa juga ragi fermentasi jerami) / Trichoderma
  4. Molase/tetes tebu
  5. Cairan Rumen sapi
  6. Plastik lebar

Cara I :

Janggel jagung hasil ikutan dari tanaman jagung yang telah diambil bijinya dan merupakan limbah padat disebut janggel jagung. Janggel jagung dicacah dengan menggunakan chooper.

Cairan rumen. Ternak sapi yang baru dipotong dipisahkan bagian perutnya, kemudian bagian perut sapi dibelah menggunakan pisau. Isi yang ada dalam perut sapi dikeluarkan khususnya pada bagian rumen. Isi rumen tersebut diperas menggunakan kain kasa untuk diambil cairan rumennya dan disimpan didalam termos. Cairan rumen siap digunakan untuk biodekomposer pada janggel jagung fermentasi. Pengenceran cairan rumen untuk 1 kilo janggel jagung yaitu 300 ml cairan rumen dicampur dengan air sebanyak 500 ml.

EM-4.  Untuk mengembangkan EM-4, 1 liter EM-4 diencerkan dengan 25 liter air, ditambah dengan gula sebanyak 150 gram dan urea sebanyak 10 gram didiamkan selama 1-2 hari. Dengan dosis penggunaan 5 ml per kilo janggel jagung.

Trichoderma. Pengenceran trichoderma untuk 1 kilo janggel jagung adalah 4 gram trichoderma dicairkan pada 500 ml air.

Dedak padi. Setiap perlakuan fermentasi diberikan dedak sebanyak 5% dari berat bahan pakan.

Molases. Setiap perlakuan fermentasi diberikan molases sebanyak 3% dari berat bahan pakan.

 

Proses Fermentasi

Fermentasi dilakukan dalam kantong plastik. Langkah-langkah proses fermentasi yaitu mencacah janggel jagung menggunakan chooper hingga kecil-kecil, kemudian janggel jagung ditimbang sebanyak 1 kilo per unit percobaan. Perlakuan pertama janggel jagung tanpa fermentasi (kontrol), perlakuan kedua menggunakan cairan rumen yang sudah diencerkan sebanyak 800 ml/kg ditambah dedak padi 5% dari berat pakan dan molases sebanyak 3% dari berat bahan pakan, perlakuan ketiga menggunakan EM-4 yang sudah diencerkan sebanyak 5 ml/kg ditambah dedak padi 5% dari berat pakan dan molases sebanyak 3% dari berat bahan pakan, dan perlakuan keempat menggunakan trichoderma sebanyak 500ml/kg ditambah dedak padi 5% dari berat pakan dan molases sebanyak 3% dari berat bahan pakan.

Cairan rumen, EM-4 dan Trichoderma disiramkan pada janggel jagung hingga merata kemudian ditambahkan dedak padi sebanyak 5% dan molases 3% pada masing-masing fermentasi dan diaduk hingga rata. Setelah masing-masing tercampur, kemudian dimasukkan pada kantong plastik. Fermentasi berlangsung selama 3 minggu.

 

Kandungan Gizi Janggel Jagung

Hasil analisis kandungan janggel jagung

  • Kadar air :            59,21 %
  • Bahan Kering :   40,79 %
  • Protein kasar :   3,25 %
  • Lemak kasar :     0,33 %
  • Serat kasar :       29,89 %
  • Abu :                    1,49 %
  • BETN :                   65,04 %
  • TDN :                    46,68 %

Hasil Janggel Jagung Fermentasi

  • Kadar air :            45,75 %
  • Bahan Kering :   54,25 %
  • Protein kasar :   3,99 %
  • Lemak kasar :     0,52 %
  • Serat kasar :       31,15 %
  • Abu :                     2,04 %
  • BETN :                   62,30 %
  • TDN :                     48,63 %

Hasil pengkajian diatas dilaporkan oleh AMALI et al., (2003)

Cara II

Cara ini adalah sebagai penyempurnaan atas cara pertama yang membutuhkan waktu relatif lama, namun demikian tentu mempunyai tambahan peralatan dan tidak murah harganya

  1. Janggel jagung
  2. Hammer mill (bisa diganti parut kelapa duduk dengan mesin)
  3. Dandang (pengukus)
  4. Ragi tape/tempe (bisa juga ragi fermentasi jerami)
  5. Em4 peternakan
  6. Molase/tetes tebu
  7. Plastik lebar

Cara dan takaran sama hanya saja di sini bahan jangel yang sudah lembut (bentuk seperti dedak/polard) dikukus dalam air panas yang sudah mendidih selama kurang lebih 45 menit sd 1 jam, lama waktu pengukusan dikarenakan bila menggunakan hammer mill gabus tengah janggel ikut serta jadi butuh waktu lebih banyak supaya lebih lunak,

Setelah bahan dikukus lalu dinginkan campur dengan molases em4 ragi tape (ragi fermentasi jerami) diamkam 3-4 hari dalam tempat tertutup (diungkep seperti pembuatan tempe) dalam plastik, tanda tanda jadi warna kecoklatan baunya asam (khas tape) lunak.

#sangat dianjurkan dalam meningkatkan kandungan dengan menambah 5% bahan dengan Br1/Tepung ikan dan bahan bahan rangsum yang hendak dibuat …

 

Selamat mencoba ………………………..

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s